Viral Penipuan Kasih ‘Like dan Follow’ Dibayar, pakar Sebut Modus Baru
Penipuan online memakai aplikasi Telegram viral di tempat sosial. Modusnya, korban diundang ke grup Telegram untuk ditawari pekerjaan sebelum ditipu pelaku.
Modus style ini belakangan menimpa keliru satu warganet. awalannya pekerjaan ini menghasilkan keuntungan, sedang berujung penipuan.
Warganet bersama account @Giarsyahsyifa menceritakan pengalamannya menjadi korban penipuan di sebuah kelompok Telegram. Syifa awalnya diundang ke kelompok Telegram dari seseorang yang mengaku berasal dari accurate creative, perusahaan tempat partner iklan dan pemasaran.
Perwakilan perusahaan berikut menuturkan korban dapat mendapat uang bersama lakukan tugas layaknya like dan subscribe channel YouTube mitra berasal dari perusahaan itu.
“Ibarat naikin traffic account pake bot akan tetapi ini real user asli,” ujar account berikut dalam cuitannya, Minggu (7/5).
Syifa menuturkan jumlah bagian di dalam kelompok Telegram raih kurang lebih 300 orang. gara-gara kuantitas anggota yang cukup banyak, Ia kemudian bergabung dengan group selanjutnya meski awalannya tidak berminat.
“Setiap selesai 3 tugas, rewardnya langsung ditransfer. yaudah akhirnya cobain. Malam itu saya ngerjain 3 tugas dan bener di transfer 15ribu. Lanjut aku ngerjain tugas ke 4 dan 5, tapi tugas ke 6-nya bukan like dan subscribe,” tuturnya.
Lihat termasuk :
Awan UFO keluar di Natuna, Berbahayakah?
Tugas lanjutan ini disebut tugas peningkatan, tugas yang ditujukan untuk tingkatkan pendapatan dari awal mulanya 15 ribu jadi 30 ribu.
Pada tugas lanjutan ini Syifa diminta untuk tingkatkan transaction rate di situs kripto dengan cara deposit. Nominal ditentukan oleh admin bersama beberapa pilihan, yakni Rp300 ribu, Rp400 ribu, dan Rp500 ribu. Tugas ini juga memberikan imbalan tambahan sebesar 20 % dari nilai transaksi.
Awalnya ya enggak ingin dong kalo wajib ngeluarin duwit kan. tapi di kelompok yang membernya 300 orang itu rame banget mereka pada berbondong-bondong nyobain bahkan nominalnya ada yang sampe jutaan, dan ya keliatannya bener mereka share termasuk bukti transfer rewardnya 20 prosen dari nominal deposit,” katanya.
“Akhirnya aku pun ikut deposit,” imbuhnya.
FOTO: Menyapu Bersih Ikan-ikan Cegah Kekeringan di Bendungan Spanyol
Keputusan untuk deposit berbuah manis. Apa yang dijanjikan sebagai reward di terima Syifa di rekeningnya. Syifa kemudian mendapat tugas like dan subscribe kembali Hasilnya, imbalan masih masuk dengan normal.
Tugas deposit pun hadir kembali sedangkan dengan nominal yang lebih besar, yakni Rp996 ribu, Rp1,988 juta, dan Rp2,558 juta. Syifa pilih nominal yang paling besar dikarenakan jadi pekerjaan yang dilakukannya ini safe dan bukan penipuan.
Usai transfer tersebut Ia dipindahkan ke kelompok VIP yang lebih kecil beranggotakan 5 orang yang tidak benar satunya adalah admin. Admin menjelaskan anggota grup ini bakal melaksanakan tugas sebagai grup dan dikala keliru satu bagian tidak menyelesaikan tugas, deposit yang ditunaikan akan hangus.
Awalnya, anggota kelompok hanya diminta memberi rating dan simak pada sejumlah hotel dan restoran. tetapi bagian group ini sesudah itu diminta untuk Mengerjakan deposit kembali padahal imbalan dari deposit sebelumnya saja belum diterima.
“Tugas 2 ini diminta deposit kembali 3.7 juta. sudah enggak harap ikutan tetapi seluruh dalam grup VIP itu pada deposit, yaudah gara-gara gamau lantas beban tim selanjutnya saya deposit juga,” terang Syifa.
Belum mendapat beruntung berasal dari deposit ke dua ini, admin berharap anggota grup VIP untuk deposit dengan nominal yang lebih besar lagi yakni Rp14,7 juta. Admin berdalih ini adalah deposit terakhir yang kudu dikerjakan anggota kelompok agar semua imbalan dari tugas bisa mereka terima.
Syifa jadi menggunakan duwit tabungannya untuk kerjakan deposit ‘terakhir’ tersebut.
Sayangnya, deposit terakhir berikut tetap meresmikan buntut. Admin meminta anggota grup untuk lakukan deposit bersama jumlah dua kali lipat berasal dari di awalnya yakni sekitar Rp30 juta.
Syifa pada akhirnya tersadar dirinya udah ditipu oleh pekerjaan tanpa modal berikut Ia kemudian melaporkan kejadian berikut ke pihak kepolisian.
Selain itu, Ia termasuk mengusahakan memblokir sejumlah rekening yang digunakan para penipu untuk menampung duit deposit dari para anggotanya. Menurut Syifa, para penipu memiliki banyak nomor rekening dengan nama berbeda-beda yang digunakan untuk menampung uang hasil penipuan mereka.
Modus penipuan baru
Pakar keamanan siber sekaligus pendiri ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto menuturkan penipuan semacam ini adalah modus penipuan baru. Para korban mulanya akan terima imbalan supaya tergoda.
“Ini modus penipuan baru. setelah kerjakan tugas yang mereka berikan nanti benar kamu bakal ditransfer. akan tetapi itu cuma untuk memancing calon korbannya. sesudah ditransfer mereka akan memasukkan kamu ke kelompok telegram & diminta untuk deposit dengan iming-iming bonus,” menyadari Teguh di dalam cuitannya, Senin (8/5).
Menurut Teguh, pelaku penipuan ini merupakan sindikat. Mereka beroperasi bersama dengan memakai banyak rekening dan no Whatsapp. Maka berasal dari itu, Teguh meminta penduduk untuk berhati-hati terhadap modus semacam ini.
“Jika anda melaksanakan deposit pertama maka akan hadir deposit ke dua ketiga & selanjutnya Hati-hati, jangan sampai anda atau orang terdekat lantas korban,” imbaunya.